Followers
Wednesday, November 17, 2010
Keistimewaan Aidil Adha
Hadith :
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Tidak ada suatu hari di mana Allah memerdekakan lebih banyak hamba-Nya dari api neraka kecuali di hari Arafah. Sesungguhnya pada hari ini Allah mengetahui hamba-hamba-Nya lalu Allah memuji mereka di hadapan para Malaikat.”
Riwayat Muslim dan Aisyah r.a
Huraian
i) Setiap orang Islam yang cukup syaratnya wajib mengerjakan haji di Mekah.
ii) Ibadat haji merupakan satu-satunya peluang keemasan untuk “menghampiri Allah S.W.T” yang juga disebut sebagai menyahut panggilan “Baitullah” atau menjadi “tetamu Allah” di mana ibadat ini perlu dikerjakan dengan penuh ketelusan, keikhlasan dan keinsafan serta tidak terpesong dari tujuannya yang sebenar.
iii) Matlamat akhir yang diharapkan daripada kerja-kerja haji ialah untuk memperoleh dan mendapat haji yang mabrur, amalan yang banyak dan berkat serta dosa-dosa diampunkan. Apabila kembali dari tanah suci seseorang individu itu diharapkan benar-benar telah berubah, bersih, suci seperti sucinya diri semasa dilahirkan.
iv) Di antara amalan yang dilaksanakan dalam ibadah haji ialah:
a) Bertawaf di sekeliling Kaabah- sebagai menghormati Masjidil Haram dan jika berpeluang disunatkan untuk mencium Hajarul Aswad .
b) Wukuf di Padang Arafah- sebagai mengingatkan diri tentang satu perhimpunan raksasa di Padang Mahsyar di Hari Kiamat kelak.
v) Bagi orang Islam yang tidak berpeluang menunaikan ibadat haji, mereka sebenarnya masih berpeluang untuk sama-sama mengaut pahala yang besar sempena hari Arafah tersebut di mana mereka digalakkan berpuasa sunat pada hari wukuf di Arafah itu kerana sesungguhnya Allah S.W.T akan mengampunkan dosa orang yang berpuasa sunat pada hari Arafah iaitu setahun sebelum dan setahun selepas melaksanakan puasa sunat tersebut.
Friday, November 12, 2010
Kisah Si Pemilih Roti
Diriwayatkan dari Abu Burdah, ia bercerita, "Menjelang wafatnya Abu Musa
berpesan, 'Wahai anakku, ingatlah tentang kisah si pemilik roti'.
Dikisahkan ada seorang lelaki yang beribadah dalam pada pohannya selama
70 tahun, tidak pernah turun (beranjak), kecuali satu hari saja. Ketika itu
ada setan yang datang menyerupai seorang perempuan. Kemudian, ahli ibadah
ini hidup bersama perempuan tersebut selama 7 hari 7 malam.
Setelah itu terbukalah tabirnya, dia pun keluar dan bertaubat. Setiap kali
dia melangkahkan kaki untuk melakukan sesuatu, ia selalu solat dan
bersujud.
Suatu malam ia berlindung ke sebuah toko, di sana terdapat 12 orang miskin.
Kerana merasa sangat lelah, ,akhirnya beristirahat di sela-sela antara dua
orang lelaki miskin.
Tiba-tiba seorang rahib datang, dia diutus mendatangi orang-orang miskin
ini setiap malam dengan membawa roti yang banyak, lalu memberikannya ke
setiap orang di antara mereka itu satu roti besar. Rahib itu melewati
laki-laki yang bertaubat tersebut, mengira bahwasanya dia juga orang
miskin. Akhirnya dia pun memberinya satu roti besar pula.
Ada satu orang miskin yang belum kebagian roti, lalu bertanya kepada rahib,
'Mengapa Anda tidak memberi aku roti?' Rahib yang membagikan roti itu
menjawab, 'Sungguh malam ini aku tidak memberimu sesuatu apa pun'.
Laki-laki yang bertaubat itu memperhatikan roti yang dipegangnya, lalu
memberikannya kepada si miskin yang tidak kebagian dan sangat membutuhkan
karena lapar dan lelah.
Keesokan harinya, laki-laki bertaubat itu meninggal ....
Kemudian, ibadahnya selama 70 tahun ditimbang dengan kemaksiatannya selama
7 malam. Ternyata lebih berat keburukannya yang 7 malam. Dan kebaikannya
memberi sepotong roti ditimbang dengan kemaksiatannya selama 7 malam, dan
lebih berat kebaikannya memberi roti.
Abu Musa berkata, 'Wahai anakku, ingat-ingatlah kisah si pemberi roti
itu'."
Demikianlah, sesungguhnya sedekah itu dapat meredam¬kan murka Allah. Oleh
karena itu, bersegeralah untuk menginfak¬kan harta kita di jalan Allah.
Sadarilah bahwa dunia ini fana, tetapi segala sesualu yang kita sedekahkan
akan kekal di sisi Allah Ta'ala. Suatu saat nanti, kita pasti akan
memetiknya di sana, kita akan merasa puas dengan apa yang telah kita
berikan. Akan tetapi, jika kita pelit, takut akan menjadi fakir dan
kekurangan, lalu kita mengumpulkan harta tersebut karena tamak dan bakhil,
maka kita akan menyesal dan celaka.
Wednesday, November 10, 2010
UBAT BAGI HATI YANG BERKARAT
Dari : http://hazlinnazri.blogspot.com
SABDA Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air."
Bila seseorang bertanya, "apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?"
Rasulullah SAW bersabda:
"Selalulah ingat mati dan membaca Al Qur'an."
Subscribe to:
Comments (Atom)